SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

Ketidakpastian

jui avatar
14 diapositives · 408 Views · Aug 30, 2014

Team Teaching. Ketidakpastian. Pendahuluan. Kenyataan sehari-hari banyak masalah tidak dapat dimodelkan secara lengkap dan konsisten Suatu penalaran dimana adanya penambahan fakta baru mengakibatkan ketidakkonsistenan. Ketidakkonsistenan memiliki ciri-ciri sbb : Adanya ketidakpastian

Ketidakpastian - slide 1
01 / 14Ketidakpastian
1 / 17

Télécharger la présentation

Ketidakpastian
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. Team Teaching Ketidakpastian

  2. Pendahuluan • Kenyataan sehari-hari banyak masalah tidak dapat dimodelkan secara lengkap dan konsisten • Suatu penalaran dimana adanya penambahan fakta baru mengakibatkan ketidakkonsistenan. • Ketidakkonsistenan memiliki ciri-ciri sbb : • Adanya ketidakpastian • Adanya perubahan pada pengetahuan • Adanya penambahan fakta baru dapat mengubah konklusi yang sudah terbentuk

  3. Contoh • Premis 1 Aljabar adalah pelajaran yang sulit • Premis 2 Geometri adalah pelajaran yang sulit • Premis 3 Kalkulus adalah pelajaran yang sulit • Konklusi Matematikaadalah pelajaran yang sulit • Munculnya premis baru bisa mengakibatkan gugurnya konklusi yang sudah diperoleh. • Premis 4 Kinematika adalah pelajaran yang sulit • Premis tersebut menyebabkan konklusi “Matematika adalah pelajaran yang sulit”, menjadi salah.

  4. Probabilitas • Probabilitas menunjukkan kemungkinan sesuatu akan terjadi atau tidak. • Misal dari 10 orang sarjana, 3 orang menguasai cisco, sehingga peluang untuk memilih sarjana yang menguasai cisco adalah : p(cisco)=3/10 = 0.3

  5. Teorema Bayes

  6. Contoh • Dewi mengalami gejala ada bintik-bintik diwajahnya. Dokter menduga bahwa Dewi terkena cacar dengan : • Probabilitas munculnya bintik-bintik diwajah, jika dewi terkena cacar -> p(bintik|cacar)=0.8 • Probabilitas Dewi terkena cacar tanpa memandang gejala apapun -> p(cacar)=0.4 • Probabilitas munculnya bintik-bintik diwajah, jika Dewi terkena alergi -> p(bintik|alergi)=0.3 • Probabilitas Dewi terkena alergi tanpa memandang gejala apapun -> p(alergi)=0.7 • Probabilitas munculnya bintik-bintik diwajah, jika Dewi jerawatan -> p(bintik|jerawatan)=0.9 • Probabilitas Dewi jerawatan tanpa memandang gejala apapun -> p(jerawatan)=0.5

  7. Contoh • Probabilitas Dewi terkena cacar karena ada bintik-bintik diwajahnya

  8. Contoh • Probabilitas Dewi terkena alergi karena ada bintik-bintik diwajahnya • Probabilitas Dewi jerawatan karena ada bintik-bintik diwajahnya

  9. Teorema Bayes (lanjutan) • Jika setelah dilakukan pengujian terhadap hipotesis muncul satu atau lebih evidence (fakta) atau observasi baru maka :

  10. Misalnya • Adanya bintik-bintik di wajah merupakan gejala seseorang terkena cacar. • Observasi baru menunjukkanbahwa selain bintik-bintik di wajah, panas badan juga merupakan gejala orang kena cacar. Jadi antara munculnya bintik-bintik di wajah dan panas badan juga memiliki keterkaitan satu sama lain.

  11. Contoh • Dewi ada bintik-bintik di wajahnya. Dokter menduga bahwa Dewi terkena cacar dengan probabilitas terkena cacar bila ada bintik-bintik di wajah -> p(cacar | bintik) = 0.8 • Ada observasi bahwa orang terkena cacar pasti mengalami panas badan. Jika diketahui probabilitas orang terkena cacar bila panas badan -> p(cacar | panas ) = 0.5 • Keterkaitan antara adanya bintik-bintik di wajah dan panas badan bila seseorang terkena cacar -> p(bintik | panas, cacar) = 0.4 • Keterkaitan antara adanya bintik-bintik di wajah dan panas badan -> p(bintik | panas) = 0.6

  12. Contoh • Maka diperoleh :

  13. Teorema Bayes (lanjutan) • Pengembangan lebih jauh dari Teorema Bayes adalah Jaringan Bayes. • Contoh : hubungan antara krismon, PHK, pengangguran, gelandangan dalam suatu jaringan.

  14. Probabilitas untuk Jaringan Bayes