1 / 59

KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT. OLEH Sukardi Sugeng Rahmad, SKp . KOMPETENSI DASAR . MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT . INDIKATOR. Dapat memahami konsep keseimbangan cairan dan elektrolit .

marisa
Télécharger la présentation

KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT OLEH Sukardi Sugeng Rahmad, SKp

  2. KOMPETENSI DASAR • MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

  3. INDIKATOR • Dapat memahami konsep keseimbangan cairan dan elektrolit. • Dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi cairan dan elektrolit. • Dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan cairan dan elektrolit. • Dapat menjelaskan pengaturan cairan tubuh. • Dapat menjelaskan pengaturan elektrolit • Dapat menjelaskan Variabel yang mempengaruhi keseimbangan normal cairan, elektrolit

  4. DISTRIBUSI CAIRAN DALAM TUBUH • CairanIntraselular (CIS) • CairanEkstraselular (CES) • Cairan interstitial (CIT) • Cairanintravaskuler (CIV) • Cairantransseluler (CTS)

  5. KOMPOSISICairantubuhterdiri: • Air (sebagai pelarut). Pada pria dewasa 60 % dan wanita dewasa 55 %. Faktor yang mempengaruhi: • Sel-sellemak ; mengandungsedikit air. • Usia ; air tubuhmenurundenganpeningkatan usia. • Jeniskelamin ;; wanitamempunyai air tubuh yang kurang, karenalebihbanyakmengandunglemaktubuh.

  6. Perubahan pada air tubuh total sesuai usia

  7. Solut : elektrolit dan non elektrolit • Elektrolit: Kation ; Ion-ion yang membentukmuatanpositifdalamlarutan. Kationekstraselulerutamaadalahnatrium (Na+), sedangkankationintraselularutamaadalahkalium (K+). Sistempompaterdapatdidindingseltubuh yang memompanatriumkeluardankaliumkedalam sel.

  8. Anion ; Ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Anion ekstraselular utama adalah klorida (Cl-), sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4-).

  9. Tabel 2. Unsur utama kompartemen cairan tubuh

  10. Non elektrolit Substansisepertiglukosadan urea yang tidakberdisosiasidalamlarutandandiukurberdasarkanberat (milligram per 100 ml atau mg/dl). Non elektrolitlainnya yang secaraklinispentingmencakupkreatinindanbilirubin.

  11. PROSES PERPINDAHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Faktor-Faktor yang MempengaruhiGerakan Air danZatTerlarut: • Membran • Setiapkompartemencairandipisahkanolehmembranpermeabelselektif yang memungkinkangerakan air danbeberapazatterlarut. • Meskipunmolekulkecilseperti urea dan air bergerakdenganbebasdiantarasemuakompartemen.

  12. Substansi tertentu sedikit bergerak. • Permeabilitas membran yang selektif membantu untuk mempertahankan komposisi unik dari setiap kompartemen sementara memungkinkan gerakan nutrien dari plasma ke sel-sel dan gerakan produk sisa ke luar dari sel dan akhirnya ke dalam plasma

  13. Membransemipermiabeltubuhmeliputi : • Membran sel : memisahkan Cairan intra sel dari cairan insterstitiil dan terdiri dari lipid dan protein. • Membran kapiler : memisahkan cairan intra vaskuler dari cairan interstitiil. • Membran epitelial : memisahkan cairan interstitiil dan cairan intra vaskuler dari cairan trans sel. Contoh dari membran epitelial meliputi epitelium mukosa dari lambung dan usus, membran sinovial, dan tubulus ginjal.

  14. ProsesTransport • Difusi Faktor-faktor yang dapatmempengaruhidifusi : • Suhu berbanding lurus • Konsentrasipartikel berbanding lurus • Ukuranmolekul berbanding terbalik • Beratmolekuldaripartikel berbanding terbalik • Area permukaan yang tersediauntukdifusi (luas permukaan membran) berbanding lurus • Jaraklintasdimanamassapartikelharusberdifusi berbanding terbalik

  15. 2. Osmosis Gerakan air melewatimembransemipermeabeldari area dengankonsentrasizatterlarutrendahke area dengankonsentrasizatterlaruttinggi Kecepatan osmosis dipengaruhi oleh: • Konsentrasisolutdidalamlarutan. • Suhularutan, • Muatanlistriksolut, • Perbedaanantaratekanan osmosis yang dikeluarkanolehlarutan.

  16. Macam-macamsifatlarutan : • Isotonikadalahsuatularutan yang osmolalitasnyasamadengan plasma darah. Pemberianlarutanisonikmelaluiintravenaakanmencegahperpindahancairandanelektrolitdarikompartemenintrasel. • Hipotonikadalahsuatularutan yang memilikikonsentrasisolutlebihrendahdari plasma, sehinggaakanmembuat air berpindahkedalam sel. • Hipertonikadalahsuatularutan yang memilikikonsentrasisolutlebihlebihbesardari plasma, sehinggaakanmembuat air keluardaridalam sel.

  17. 3. Transport aktif Difusi sederhana tidak akan terjadi jika tak ada listrik atau gradien konsentrasi yang dibutuhkan. Energi diperlukan agar substansi dapat pindah dari area sederhana tidak akan terjadi jika tak ada listrik atau gradien konsentrasi yang dibutuhkan. Energi diperlukan agar substansi dapat pindah dari area berkonsentrasi lebih rendah atau sama ke area dengan konsentrasi sama atau lebih besar

  18. 4. Filtrasi Gerakan air dan zat terlarut dari area dengan tekanan hidrostatik tinggi ke area dengan tekanan hidrostatik rendah. Proses ini bersifat aktif di dalam bantalan kapiler, tempat perbedaan tekanan hidrostastik atau gradien yang menentukan perpindahan air, elektrolit dan substansi terlarut lain yang berada diantara cairan kapiler dan cairan interstitial.

  19. PENGATURAN CAIRAN TUBUH 1. Intake cairan Diatur melalui mekanisme rasa haus oleh pusat rasa haus di hipotalamus akibat hemokonsentrasi dan penurunan volume darah Faktor lain yang mempengaruhipusat rasa hausadalahkeringnyamembranmukosa faring danmulut, angiotensin II, kehilangankaliumdanfaktor-faktorpsikologis.

  20. MetabolismeOksidatif • Proses oksidasi terhadap karbohidrat, protein dan lemak yang dapat menghasilkan air kira-kira 300 ml. Namun jumlah air ini belum cukup untuk mengkompensasi kehilangan cairan yang harus dikeluarkan oleh tubuh, sehingga masih memerlukan tambahan dari oral, parenteral atau enteral. • Di klinis air metabolisme diperkirakan sebesar 5 % X Berat badan

  21. Cairan oral • Intake cairan per oral setiap hari kira-kira 1100-1400 ml. • Masukan cairan sangat bervariasi yang salah satunya akan diatur oleh mekanisme rasa haus.

  22. Makananpadat Intake makanansetiapharimengandungcairankira-kira 800-1000 ml. Contoh, dagingkira-kirakandungannyaairnya 70%, buah-buahandansayurkandunganairnyalebihdari 90%.

  23. Terapicairan Tambahancairanjugadapatdiberikanmelaluiparenteralmaupunenteral. Untukpemberiancairanmelaluiparenteralmaupunenteraldapatdihitungsesuaidenganjumlah yang sudahditentukan.

  24. Output cairan Ginjal • Ginjal merupakan regulator utama keseimbangan cairan dan elektrolit. • Pada orang dewasa, ginjal setiap menit menerima sekitar 125 ml plasma untuk disaring dan memproduksi urine sekitar 60 ml (40 sampai 80 ml) dalam setiap jam atau 1,5 liter dalam sehari.

  25. Pada anak-anak ginjal akan memproduksi urine kira-kira 0,5 ml/kgBB/jam. • Jumlah urine yang diproduksi ginjal dipengaruhi oleh hormon antideuretik dan aldosteron. • Volume, komposisi dan konsentrasi urine sangat bervariasi dan akan tergantung pada penambahan dan kehilangan cairan.

  26. Kulit • Kehilangan air melalui kulit terutama diatur oleh system saraf simpatis, yang mengaktifkan kelenjar keringat. • Stimulasi kelenjar keringat dapat dihasilkan dari olahraga otot, peningkatan suhu lingkungan, dan peningkatan aktifitas metabolic

  27. Cairantakkasatmata (DARI KULIT) • Kehilangan evaporatif dari kulit dan terjadi tanpa kesadaran individu. Rata-rata hilangnya air yang tidak terasa dari kulit orang dewasa sekitar 6 ml/kg/24 jam • Kehilangan cairan tak kasat mata dapat meningkat pada keadaan tertentu misalnya demam, bayi dengan BBLR dan lain-lain.

  28. Cairankasatmata • Pengeluaran cairan melalui keringan yang berlebihan dan dapat dirasakan oleh individu. • Jumlah pengeluaran keringat yang dapat dirasakan ini berhubungan dengan banyaknya olah raga, suhu lingkungan, dan aktivitas metabolic. • Cairan kasat mata, tidak mengandung elektrolit dalam jumlah yang bermakna. Pengeluaran cairan kasat mata dapat mencapai 1000 ml atau lebih dalam 24 jam.

  29. Paru-Paru • Paru-paru juga dapat mengalami kehilangan air yang tidak dapat dirasakan dengan jumlah-rata-rata 400 ml per hari. • Jumlah ini dapat meningkat sebagai respons terhadap adanya perubahan frekuensi dan kedalaman pernafasan.

  30. Saluran Gastrointestinal • Rata-rata kehilangan cairan dari saluran pencernaan adalah sekitar 100 ml/hari. • Muntah atau diare akan meningkakan kehilangan cairan karena hal tersebut mencegah absorbsi normal air dan elektrolit yang telah disekresi melalui roses pencernaan.

  31. SIKLUS PENGATURAN AIR Volume darah turun, osmolalitas serum naik Produksi ADH dalam neurohipofisis TD arterial turun ADH dilepaskan ke dlm darah dr tempat penyimpanan dlm pituitari posterior naik Perfusi ginjal turun Pelepasan renin naik H2O & Na disaring oleh ginjal naik Angiotensin I & II naik Reabsorpsi H2O ginjal naik Aldosteron naik Volume darah naik, osmolalitas serum turun Ekskresi Na &H2O Ekskresi urin Vol H2O&Na yg bersirkulasi naik

  32. PENGATURAN ELEKROLIT • PengaturanNatrium (Na) Ion natriumterlibatdalammempertahankankeseimbangan air, mentransmisiimpulssaraf, dankontraksiotot. Nilailaboratorium normal untuknatrium serum adalah 135 sampai 145 mEq/L. Natriumdiaturolehasupangaram, aldosteron, dankeluaranurin. Sumberutamanatriumadalahgaramdapur, dagingolahan, makananringan, danmakanankaleng. Individu yang memilikifungsi renal yang normal, dapatmeningkatkanekskresinatrium

  33. Hiponatremia Penyebab : • Pemberian deuritik yang lama • Hilangnya sekresi gastrointestinal yang abnormal (diare, muntah) tanpa cairan pengganti • Minum yang berlebihan • Pemberian cairan bebas natrium dalam jumlah yang berlebihan secara parenteral • Penyakit ginjal • Insufisiensi adrenal • Pengeluaran keringat meningkat • Asidosis metabolik • Gangguan pompa natrium-kalium disertai penurunan kalium sel dan natrium serum

  34. Tanda dan gejala : • Kejang perut, mual, diare, muntah • Hipotensi postural • Cemas, takut, bingung, • Kasus berat ; nadi cepat dan lemah, tekanan darah turun, kulit dingin dan lembab, konvulsi, koma • Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar natrium <135 meq/L, osmolalitas serum <280 mOsm/kg dan Bj urine <1,010.

  35. Hipernatremia Penyebab : • Diare • Nafas cepat • Penurunan masukan cairan karena koma lama • Pemberian cairan intravena yang berlebihan yang mengandung kadar natrium tinggi • Dialisa peritoneal yang menggunakan cairan glukosa hipertonik. • Sekresi aldosteron yang berlebihan

  36. Tandadangejala : • Rasa haus yang berlebihan • Membranmukosakering • Turgorjaringan yang jelek • Lidahkasardanberwarnamerah • Kulitkemerahandanbengkak • Konvulsi • Peningkatansuhu • Oliguriaatauanuria • Hasilpemeriksaanlaboratoriummenunjukkankadarnatrium >145 meq/L, osmolalitas serum >295 mOsm/kg dan BJ urine >1,015

  37. PengaturanKalium (K) • Kalium merupakan kation intrasel utama, yang mengatur eksitabilitas (rangsangan) neuromuskuler dan kontraksi otot. • Sumber kalium terdapat pada gandum utuh, daging, polong-polongan, buah-buahan, dan sayur-mayur. • Kalium dibutuhkan untuk pembentukan glikogen, sintesis protein, dan upaya memperbaiki asam-basa. • Nilai laboratorium normal kalium serum adalah 3,5 sampai 5,3 mEq/L.

  38. Kalium membantu pengaturan keseimbangan asam-basa karena ion kalium dapat ditukar dengan ion hydrogen. • Kalium terutama diatur oleh ginjal. Suatu kondisi yang menurunkan haluaran urine akan menurunkan ekskresi kalium. • Seiring dengan peningkatan sekresi aldosteron, kalium yang diekskresikan melalui urine akan lebih banyak sehingga kadar kalium serum menurun. • Mekanisme pengaturan lain adalah dengan pertukaran ion kalium dengan ion natrium di tubulus ginjal. Apabila natrium dipertahankan, kalium akan diekskresi.

  39. Hipokalemia Penyebab : • Kehilangan cairan gastro intestinal (diare, muntah) • Pemberian deuritik. • Penggunaan cairan intravena yang tidak mengandung kalium secara berlebihan • Penggunaan steroid berlebihan • Alkalosis metabolik • Sindarom Cushing atau tumor yang dapat memproduksi hormon adrenal • Poliuria • Pengeluaran keringat berlebihan

  40. Tanda dan gejala : • Nadi lemah dan tak teratur • Nafas dangkal • Tekanan darah turun • Anoreksia, nousea, vomitus, kembung • Otot lemah, kelemahan, keletihan • Aritmia • Bising usus turun • Apnoe, kegagalan pernafasan jika kadar kalium 2,0 mEq/L. • Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalium <3,5 meq/L.

  41. Hiperkalemia Penyebab : • Penyakitginjal • Luka bakar • Pemberiankalium yang berlebihan • Asidosismetabolik • Trauma jaringan massif (kaliumdikeluarkanlangsungdarisel) • Pemberiandeuretikhematkalium • Dehidrasihipertonik • Insufisiensi adrenal

  42. Tanda dan gejalanya • Mual • Hiperaktifitas system cerna • Ansietas • Disritmia jantung • Badan terasa lemas • Paraestesia • Denyut nadi tidak teratur dan lambat • Hipotensi • Kelemahan • Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalium >5,3 mEq/L.

  43. PengaturanKalsium • Tubuh membutuhkan kalsium untuk integritas dan struktur membran sel, konduksi jantung yang adekuat, koagulasi (pembekuan) darah, pertumbuhan dan pembentukan tulang, dan relaksasi otot. • Tubuh orang dewasa mengandung 1200 gram kalsium. • Nilai laboratorium normal kalium serum adalah 4 sampai 5 mEq/L.

  44. Kalsiumdidalamcairanekstraseldiaturolehhormonparatiroiddantiroid. Hormonparatiroidmengontrolkeseimbangankalsiumtulang, absorbsikalsiumdi gastrointestinal, danekskresikalsiumdiginjal. Tirokalsitonindarikelenjartiroidjugamemilikiperanandalammenentukankadarkalsiumdalam serum, yaknidenganmenghambatpelepasankalsiumdaritulang.

  45. Hipokalsemia Penyebab : • Hipoparatiroid • Pemberian darah berlebihan yang mengandung sitrat • Pemberian cairan intravena yang tidak mengandung kalsium • Alkalosis metabolik • Peritonitis • Nutrisi parenteral total • Penyakit-penyakit pancreas • Hipoalbumin • Defisiensi vitamin D • Penyakit neoplastik

  46. Tandadangejala : • Penurunansensasi • Parestesia, baaldankesemutanpadadaerahjari-jaridansirkumoral • Reflekshiperaktif • Tanda Trousseau’s : spasmekarpopedalterjadijikasirkulasikeekstremitasberkurang • TandaChvostek’s : terjadinyakontraksiototwajahsebagairesponsterhadapketukandidaerah yang dipersarafiolehsaraffasial. • Tulang-tulang yang berpori-poridanberonggatampakpadafotosinar X. • Hipokalsemiakronik ; Tetani, kramotot, frakturpatologis. • Hasilpemeriksaanlaboratoriummenunjukkankadarkalsium <4,3 mEq/L.

  47. Hiperkalsemia Penyebab : • Hiperparatiroidisme • Metastasis kanker luas • Fraktur multiple • Mieloma multiple • Immobilisasi lama • Osteoporosis

  48. Tanda dan gejala : • Penurunan tonus otot • Anoreksia, mual dan muntah • Kelemahan • Letargi • Penurunan kesadaran • Henti jantung • Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalsium >5 mEq/L, sinar X menunjukkan adanya osteoporosis yang menyeluruh, peningkatan BUN >25 mg/100 ml, peningkatan kreatinin >1,5 mg/100 ml.

  49. Pengaturan Magnesium • Magnesium merupakan kation terpenting kedua dalam cairan intrasel dan sangat penting untuk aktifitas enzim, neurokimia, dan eksitabilitas otot. • Nilai normal laboratorium magnesium serum adalah 1,5 sampai 2,5 mEq/L. • Magnesium berperan dalam metabolisme karbohidrat dan protein, dan juga penting untuk konduksi syaraf. • Magnesium terutama diekskresi melalui mekanisme ginjal. Perubahan kadar magnesium sering dihubungkan dengan penyakit serius dan menghasilkan gejala-gejala yang mencerminkan adanya perubahan fungsi neuromuskuler dan kardiovaskuler.

  50. Hipomagnesemia Penyebab : • Asupan yang tidak adekuat ; malnutrisi dan alkoholisme • Absorbsi yang tidak adekuat ; diare, muntah, drainase nasogastrik, fistula, diet kalsium yang berlebihan, penyakit usus kecil • Hipoparatiroidisme • Kehilangan magnesium yang berlebihan akibat penggunaan diuretic • Kelebihan aldosteron • Poliuria

More Related