SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

46 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja

preston-hays avatar
1 diapositives · 273 Views · Oct 26, 2014

46 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja Daradjat (1985) berpendapat bahwa suatu keadaan jiwa yang dapat dipastikan. tentang remaja adalah penuh goncangan. Di dalam keadaan seperti itu, para remaja. membutuhkan suatu pegangan atau kekuatan luar yang dapat membantu mereka

46 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja - slide 1
01 / 146 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja
1 / 17

Télécharger la présentation

46 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. 46 5. Perkembangan Kehidupan Religi pada Remaja Daradjat (1985) berpendapat bahwa suatu keadaan jiwa yang dapat dipastikan tentang remaja adalah penuh goncangan. Di dalam keadaan seperti itu, para remaja membutuhkan suatu pegangan atau kekuatan luar yang dapat membantu mereka dalam mengatasi dorongan dan keinginan baru yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Kebutuhan para remaja terhadap agama cukup bervariasi. Hurlock (1973) mencatat sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap bervariasinya kebutuhan remaja terhadap agama, meliputi : a. Atmosfer keberagamaan dalam keluarga. Para remaja yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan keluarga religius, memiliki kebutuhan agama yang lebih kuat dibanding mereka yang tumbuh dari lingkungan keluarga yang mengabaikan kehidupan religius. b. Afiliasi religius. Para remaja yang mengikuti afiliasi religius tertentu memperlihatkan minat dan kebutuhan akan agama lebih kuat daripada mereka yang tidak mengikuti afiliasi religius tertentu. c. Sikap kelompok sebaya. Para remaja yang mengidentifikasikan dirinya terhadap kelompok sebaya yang aktif dan tertarik terhadap kegiatan religius, akan merasakan kebutuhan agama lebih kuat daripada mereka yang mengidentifiksi dirinya terhadap kelompok sebaya yang mengabaikan agama. d. Seks. Remaja wanita biasanya memperlihatkan keaktifan dan minat yang lebih besar dalam kegiatan keagamaan dibandingkan remaja pria. e. Lingkungan. Lingkungan yang religius akan memainkan peran penting dalam