Download
arif kurniawan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pendekatan sistem kesehatan PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pendekatan sistem kesehatan

Pendekatan sistem kesehatan

1001 Views Download Presentation
Download Presentation

Pendekatan sistem kesehatan

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Arif kurniawan Pendekatan sistem kesehatan

  2. Pendekatan sistem • Untuk dapat memahami administrasi kebijakan kesehatan secara komprehensif maka perlu mengerti tentang konsep pengertian sistem • Apakah sistem tersebut? • Apakah sistem kesehatan tersebut?

  3. Pengertian sistem • Sistem adalah suatu tatanan unsur-unsur yang berhubungan yang satu dengan yang lainnya termasuk ciri –cirinya • Unsur – unsur tersebut merupakan bagian atau komponen dari sistem tersebut • Ciri –ciri adalah segala sesuatu yang menandai keberadaan unsur-unsur tersbut

  4. Pengertian sistem • Hubungan antar unsur –unsur dengan ciri – cirinya tadi membentuk sistem • Sistem tersebut berproses menuju pada maksud dan tujuan tertentu • Sistem merupakan bagian dari keseluruhan yang nyata tetapi dapat juga sebagai model rekaan hasil abtraksi konsep pemikiran kita

  5. Pengertianinteraksi • Interaksi adalah pengikat atau penghubung antar unsur, yang memberi bentuk/struktur kepada obyek, membedakan dengan obyek lain dan mempengaruhi perilaku dari obyek

  6. Pengertianunsur • Unsur adalah benda, baik konkrit atau abstrak yang menyusun obyek sistem • Unjuk kerja sistem ditentukan oleh fungsi unsur • Gangguan salah satu fungsi unsur mempengaruhi unsur lain sehingga mempengaruhi unjuk kerja sistem sebagai keseluruhan

  7. Pengertianobyek • Sistem yang menjadi perhatian dalam suatu batas tertentu sehingga dapat dibedakan antara sistem dengan lingkungan sistem • Artinya semua diluar batas sistem adalah lingkungan sistem

  8. Pengertianbatas • Batas adalah antara sistem dengan lingkungan tersebut memberikan dua jenis sistem yaitu sistem tertutup dengan sistem terbuka • Sistem tertutup adalah sebuah sistem dengan batas yang tidak tembus terhadap pengaruh lingkungan

  9. Pengertianbatas • Pada faktanya sistem selalu berinteraksi dengan lingkungan atau sebagai sistem terbuka

  10. Pengertiantujuan • Unjuk kerja sistem yang teramati atau diinginkan • Unjuk kerja yang teramati merupakan hasil yang telah dicapai oleh kerja sistem • Yaitu keseluruhan interaksi antar unsur dalam batas lingkungan tertentu

  11. Pengertiansistem • Sistem sebagai obyek didekati dengan berpikir sistem • Sistem hidup • Sistem fisik • Sistem non-fisik

  12. Pengertian sistem • Sistem yang nyata misalnya sistem fisiologis dan anatomis tubuh kita misalnya sistem pernafasan, peredaran darah • Sistem yang abtrak misalnya sistem administrasi atau manajemen kesehatan

  13. Pengertian sistem • Sistem administrasi kesehatan adalah konsep yang abstrak hasil pemikiran. • Struktur dan fungsi yang membentuk sistem administrasi kesehatan harus dapat kita bayangkan seperti sistem fisiologis tubuh kita

  14. Pengertian sistem • Sistem adminitrasi kesehatan merupakan sistem yang terbuka artinya sub sistem yang dapat dilibatkan hampir tidak ada batasnya yang jelas • Keberadaan sistem dan subsistemnya adalah hasil abtraksi atau model rekaan pemikiran kita tentang administrasi atau manajemen kesehatan tadi

  15. Berpikirsistem • Berpikir sistemik adalah adanya kesadaran untuk mengapresiasi dan memikirkan suatu kejadian sebagai suatu sistem • Kejadian baik fisik atau non fisik dipikirkan sebagai unjuk kerja atau dapat berkaitan dengan unjuk kerja dari keseluruhan interaksi antar unsur sistem dalam batas lingkungan tertentu

  16. Berpikirsistemik • Identifikasi proses yang menghasilkan kejadian nyata • Identifikasi kejadian yang diinginkan • Identifikasi kesenjangan antara kenyataan dengan keinginan

  17. Pendekatan dan analisa sistem • Upaya mengambarkan sistem administrasi kesehatan diibaratkan cerita klasik tentang orang buta menggambarkan gajah • Analoginya dalam sistem administrasi kesehatan adalah orang kesehatan lingkungan apabila membahas tentang administrasi kesehatan lebih menonjolkan masalah lingkungan

  18. Analisa sistem • Pelukisan atau penguraian operasional suatu sistem yang meliputi upaya pengidentifikasian tujuan, kegiatan, pelaksanaan kegiatan, situasi yang dihadapi serta informasi yang dibutuhkan oleh sistem pada setiap tahap pelaksanaannya

  19. Langkah analisa sistem • Lakukan penguraian sistem sehingga menjadi jelas • Lanjutkan dengan perumusan masalah yang dihadapi oleh bagian sistem tersebut secara keseluruhan • Pengumpulan data dan informasi • Berdasarkan informasi tersebut kembangkanlah model sistem yang baru • Lakukan uji coba dan pilih model yang paling tepat

  20. Unsur dan komponen sistem kesehatan • Komponen – komponen sistem meliputi : • Masukan (input) • Proses • Keluaran (output) • Umpan balik (feed back) • Dampak (impact)

  21. Unsur dan komponen sistem kesehatan • Masukan : sumber daya : man, money, material, method, machine • Proses : fungsi manajemen meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian • Keluaran : pelayanan kesehatan yang dihasilkan oleh unit pelayanan kesehatan

  22. Unsur dan komponen sistem kesehatan • Lingkungan : adalah keadaan umum dan sektor – sektor lain yang terkait seperti kebijakan, peraturan dan perundangan • Umpan balik : kegiatan pencatatan, pelaporan, dan pengolahan data informasi kesehatan • Dampaknya adalah teratasinya masalah-masalah kesehatan , meningkatnya status kesehatan

  23. Gambaran sistem tersebut Lingkungan Perundangan dan kebijakan input Sumber daya 5M Proses Admin P1,P2,P3 Keluaran Upaya Pelayanan kesh Masalah Kesehatan teratasi Dampak Derajat Kesehatan meningkat Manajemen informasi kesehatan

  24. Sistem dalam SKN • SKN mengelompokkan komponen sistemnya menjadi : • Masukan : masalah2 kependudukan, lingkungan, sumber daya • Proses : upaya kesehatan • Keluaran dan dampak : status kesehatan • Lingkungan sistem : sistem ketahanan nasional

  25. Bentuk pokok sistem kesehatan • Peranan unsur pembentuk sistem kesehatan • Pemerintah : bertanggung jawab merumuskan kebijakan kesehatan • Masyarakat : mereka yang memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan • Penyedia pelayanan kesehatan ; bertanggung jawab secara langsung dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan

  26. Peranan unsur pembentuk sistem kesehatan pemerintah Sistem kesehatan masyarakat Penyedia pelayanan kesehatan

  27. Sistem kesehatan didunia secara umu dibedakan menjadi : • Monopoli pemerintah : pemerintah amat dominan dan memonopoli semua upaya kesehatan • Dominasi pemerintah : pemerintah tetap dominan tetapi swasta diberikan kesempatan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan • Dominasi swasta : pemerintah hanya menangani kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat

  28. Sistem kesehatan ditinjau dari pemanfaatan sumber, tata cara dan kesanggupannya • Sistem kesehatan yang telah memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi secara optimal ditemukan di negara maju • Sistem kesehatan yang baru saja disentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi dinegara berkembang • Sistem kesehatan yang belum tersentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi : dinegara sangat terbelakang

  29. Unsur pokok sistem kesehatan • Organisasi pelayanan • Organisasi pembiayaan • Mutu pelayanan dan pembiayaan

  30. Subsistem dalam sistem kesehatan • Subsistem pelayanan kesehatan • Subsistem pembiayaan kesehatan Sistem kesehatan Sub sistem Pelayanan kesehatan Sub sistem Pembiayaan kesehatan

  31. SISTEM KESEHATAN NASIONAL 2009 Kep Menkes RI No.374/MENKES/SK/V/2009

  32. MATERI POKOK Pokok-pokok Pembangunan Kesehatan SKN

  33. POKOK-POKOK PEMBANGUNAN KESEHATAN

  34. PEMBANGUNAN KESEHATAN Adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud Sumber: 1. UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, 2. UU No. 25 Tahun 2004 tentang SPPN, 3. UU No. 17 Tahun 2007 tentang RPJPN, dan SKN 2009

  35. Arah: Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud Dasar-dasar: 1.Perikemanusiaan, 2. Pemberdayaan dan kemandirian, 3. Adil dan merata, serta 4. Pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, manusia usia lanjut (manula), dan keluarga miskin ARAH, DASAR-DASAR DAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2005-2025 Sumber : Undang-undang R.I No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

  36. Pelaksanaan melalui peningkatan: 1. Upaya kesehatan, 2. Pembiayaan kesehatan, 3. Sumber daya manusia kesehatan, 4. Obat dan perbekalan kesehatan yang disertai olehpeningkatan pengawasan, 5. Pemberdayaan masyarakat, dan 6. Manajemen kesehatan Lanjutan….. • Upaya tersebutdilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan iptek, serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas sektor Sumber : Undang-undang R.I No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

  37. Penekanan diberikan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta upaya promotif dan preventif. Pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu setiap kebijakan publik selalu memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan. Pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakan secara lintas sektor yang meliputi produksi pangan, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi pangan tingkat rumah tangga dan kandungan giziyang cukup, seimbang, serta terjamin keamanannya dalam rangka mencapai status gizi yang baik Lanjutan….. Sumber : Undang-undang R.I No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025

  38. SUBSTANSI PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN KAITANNYADENGAN TINGKAT KEBIJAKAN SERTAPERATURAN PERUNDANGAN Tata Nilai: Dasar PK dlm UU No. 17 2007 RPJPN Kebij. Strategis: UUD, Tap MPR, UU (a.l Amandemen UU No. 23/92 ttg Kes) Perpu, PP, Perda • Kebijakan Manajerial: • Kebj Umum: UU, Perpu, PP, • Kep.Presiden, Inpres, Perda, dll • 2. Kebj Khusus:Permen, Kepmen, • Insmen, Srt Edaran Menteri Pembangunan Kesehatan Proses: RPJPK 2005- 2025 Kebijakan Teknis Operasional (suatu sektor tertentu): Per, Kep, Inst Dirjen/Kepala LPND Struktur: SKN 2009 Sumber: Pem Kes, RPJPK 2005-2025, SKN 2009, Sankri: Buku I, th 2003, Buku III, th 2005, Kep Menkes No. 922, th 2008 Pelaksanaan Pemb. Kesehatan

  39. PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIAUNSUR PELAKSANAAN, MANAJEMEN DAN PENGEMBANGANNYA Pembangunan Kesehatan* Penelitian dan Pengembangan Penyebarluasan dan Pemanfaatan Hasil Litbangkes Pengembangan Sumber Daya Litbang 1. Pengembangan Peningkatan mutu upaya dan manajemen kesehatan melalui: 1) Penyusunan K 2) Pelaksanaan K 3) Evaluasi K a. Proses Kebijakan Kebijakan Kesehatan b. Sistem Kebijakan : Kelembagaan dari Proses K a. K. Strategis b. K. Manajerial: Umum, Khusus c. K. Teknis Operasional 1) Jangka PJ, Mn, Pd 2) P. Nas, Reg, T Ruang 3) P. Makro, Sek, Kaws, Proyek 4) P. Stratejik 5) P. Sentral, Desen, Campuran Perencanaan b. Penggerakan Pelaksanaan c. Pengendalian,Pengawasan, Pertanggung jawaban 2. Manajemen Elaborasi dari Pelaksanaan No. 5 2. Administrasi Kesehatan 3. Informasiasi Kesehatan 4. Hukum Kesehatan Upaya Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan, Manajemen Kesehatan, dan Pemberdayaan Masyarakat 3. Pelaksanaan Melalui Peningkatan : Dilaksanakan oleh: 1. Pemerintah dan 2. Masyarakat termasuk swasta * Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dasar Pembangunan Kesehatan adalah: 1. Perikemanusiaan, 2. Pemberdayaan dan Kemandirian, 3. Adil dan Merata, serta 4. Pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, manusia usia lanjut (manula), dan keluarga miskin (Undang-undang No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025) Menurut WHO pembangunan kesehatan adalah proses yang terus menerus dan progresif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Sumber: R. Hapsara H.R 2009

  40. PERKEMBANGAN POKOK-POKOK SUBSTANSI DAN PROSES LEGISLASI PEMBANGUNAN KESEHATANTAHUN 1980-2025 Unsur Kesehatan dari TAP MPR No.7Th 2001 Visi Indonesia Masa Depan , UU RPJPN 2005-2025 Rencana Pemb Kes Menuju Indonesia Sehat 2010 (Disusun 1999) SKN 2004 (Disusun 02-03) SKN 1982 (Disusun 80-82) Pemikiran Dasar Pembangunan Kes Dasar-dasar Pembangunan Kes Prinsip Dasar SKN Prinsip Dasar Pembangunan Kes 1.Tata nilai Substansi Perbaikan Kebijakan,Strategi,Program RPJPK 2005-2025 Tahun 2009 2.Proses RPJPK RP3JPK Penyempurnaan Perbaikan SKN 2009 Bentuk dan Cara Penyelenggaraan Pem. Kes Bentuk Pokok SKN Wujud dan Metode Penyelenggara Pemb.Kes 3.Struk tur Penyempurnaan Legis lasi KEPMENKES No.99a/1982 Ttg. SKN KEPMENKES No.574/2000 KEPMENKES No. 131/2004 KEPMENKES UU No.23 Th. 1992 Ttg. Kesehatan Amandemen UU No.23 Th.1992 Ttg. Kesehatan P.P. Sumber : R.Hapsara.HR 2004

  41. PEMIKIRAN DASAR PEMBANGUNAN KESEHATAN TUJUAN DAN DASAR DASAR 1 Fundamen Moral : Perikemanusiaan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pemberdayaan & Kemandirian setiap orang dan masyarakat Pengutamaan upaya dng pendekatan pemeli-haraan, Peningkatan kesehatan&Pencegahan penyakit; bermanfaat Adil dan Merata setiap orang mempunyai hak yang sama TUJUAN PEMBANGUNAN KESEHATAN*) DASAR 2 DASAR 4 (Paradigma sehat) DASAR 3 PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN *) Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud Sumber : R.Hapsara.HR 1999

  42. Meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dari 69 thn pada 2005 menjadi 73,7 thn pada 2025 Menurunnya Angka Kematian Bayi(AKB) dari 32,3 per 1.000 KH thn 2005 menjadi 15,5 per 1.000 KH thn 2025 Menurunnya Angka Kematian Ibu dari 262 per 100.000 KH thn 2005 menjadi 74 per 100.000 KH thn 2025 d. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada balita dari 26% thn 2005 menjadi 9,5% thn 2025 Sasaran:RPJP-K TAHUN 2005-2025

  43. STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATANRPJPK 2005-2025 1. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan 2. Pemberdayaan Masyarakat dan Daerah 3. Pengembangan Upaya dan Pembiayaan Kesehatan 4. Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan 5. Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan

  44. SASARAN RPJMN 2010-2014 1. UHH menjadi 72,0 tahun pd thn 2014 2. AKB menjadi 22/24/26 per 1.000 KHpd thn 2014 3. AKImenjadi 117,7 per 100rbKH pd thn 2014 4. Kurang gizi pd balita menjadi 15% pd th 2014

  45. KETERKAITAN MAKNA DAN ARAH PEM KES DENGAN KESESUAIAN PADA PELAKSANAAN PEM KES RPJPK 2005-2025 SKN 2009 • Tujuan dan Sasaran • Strategi Pembangunan Kesehatan • Upaya Pokok: • Tujuan SKN • Kedudukan, Subsistem dan Tata Hubungan • Cara Penyelenggaraan SKN: • Upaya Kesehatan • Pembiayaan Kesehatan • SDM Kesehatan • Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan & Makanan • Manajemen dan Informasi Kesehatan • Pemberdayaan Masyarakat • SS Upaya Kesehatan • SS Pembiayaan Kesehatan • SS SDM Kesehatan • SS Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan & Makanan • SS Manajemen dan Informasi Kesehatan • SS Pemberdayaan Masyarakat

  46. PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DAN KAITANNYA DENGAN UNSUR-UNSUR STANDAR PROFESI TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN AGAMA, SOSIAL DAN BUDAYA LINGKUNGAN ILMU DAN TEKNOLOGI • STANDAR • PENDIDIKAN • Pendidikan SDMK. • Pelatihan SDMK. FUN- DAMEN MORAL: KEMANUSIAAN 2. PENGADAAN SDM KES PENELITIAN & PENGEMB.KES • Perencanaan Kebutuh- an SDMK. 2. Perencanaan Prog- ram SDMK. • Analisa dan Desain Pekerjaan. • Sistem Informasi SDMK 1. PERENCANAN SDM KES 4. PEMBIN, PENGAWA- SAN, SD SDMK UPAYA KESEHATAN DERAJAT KESMASY SUMBER DAYA KES PEMBERDAYA- AN MASY. • Rekruitmen, Seleksi, dan Penempatan SDMK • Pengembangan dan Evaluasi SDMK • Pemberian Kompensasi pada SDMK LINGKUNGAN EKONOMI LINGKUNGAN SEHAT MANAJE- MEN KES. 3. PENDAYAGUNAAN SDM KES • STANDAR • KOMPETENSI • ETIKA • PROFESI 1.STANDAR PELAYANAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA LINGKUNGAN FISIK & BIOLOGI LINGKUNGAN POLITIK & HUKUM PENGEMBANGAN & PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN PEMBANGUNAN KESEHATAN R. HAPSARA H.R, 2005

  47. GAMBARAN RENCANA DAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI PUSAT DAN DAERAH DALAM KAITANNYA DENGAN RPJPK 2005-2025 DAN SKN 2009 SEBAGAI BENTUK DAN CARA PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN RPJPK 2005-2025 R.Hapsara, H.R, 2009 PUSAT DAERAH P E M B A N G U N A N K E S E H A T A N UU No. 23/92 tentang Kesehatan, Amandemen UU No. 23/92 tentang Kesehatan, Amandemen RPJPN 2005-2025 RPJPD R E N C A N A RPJPK 2005-2025 Renstra Depkes. Renc. Pem. Kes Nas RPJMN RPJMD Renstra SKPD (Din. Kes) RENJA KL RKP RENJA SKPD RKPD SKN 2009 SKN 2009 PELAK SANA AN Pelaksanaan, Pembiayaan Kes. Nasional Pelaksanaan, Pembiayaan Nasional Pelaksanaan, Pembiayaan Daerah Pelaksanaan, Pembiayaan Kes. Daerah

  48. SISTEM KESEHATAN NASIONAL SKN

  49. Tujuan pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan tujuan nasional sesuai UUD ’45 Perubahan Lingstra dgnUU 32/2004 (PD), UU 33/2004 (PK-Pst Daerah), UU 40/2004 (SJSN), UU 29/2004 (PK), 25/2004 (SPPN), dan UU 17/2007 ttg RPJPN 2005-2025 Kesinambungan pembangunan dgn berbagai terobosan/inovasi (Desa Siaga, Jamkesmas, P4K, dll) Dlm penyelenggaraan pemb. Kesehatan, perlu ada arah & bentuk penyelenggaraan agar RPJPN ‘05-’25 dapat dilaksanakan I. PENDAHULUAN

  50. PENGERTIAN SKN Sistem Kesehatan Nasional pada hakikatnya adalah bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang memadukan berbagai upaya Bangsa Indonesia dalam satu derap langkahguna menjamin tercapainya tujuan pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya terwujud. Pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan dengan dasar 1) Perikemanusiaan, 2) Pemberdayaan dan kemandirian, 3) Adil dan merata, serta 4) Pengutamaan dan manfaat. Sistem Kesehatan Nasional tersebut perlu dilaksanakan dalam konteks pembangunan kesehatan secara keseluruhan.