1 / 27

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN. E.M Agus Subekti, Drs, M.Kes, M.Psi, psikologi Weni Endahing Warni, M.Psi, psikologi Lutfi Arya, M.Psi., psikologi. MATERI. 1. Hakekat Psikologi Kepribadian. 2. Teori yang berorientasi tipologi konstitusi jasmani,

leroy
Télécharger la présentation

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PSIKOLOGI KEPRIBADIAN E.M Agus Subekti, Drs, M.Kes, M.Psi, psikologi Weni Endahing Warni, M.Psi, psikologi Lutfi Arya, M.Psi., psikologi

  2. MATERI 1. Hakekat Psikologi Kepribadian. 2. Teori yang berorientasi tipologi konstitusi jasmani, 3. Teori yang berorientasi tipologi Temperamental 4. Teori yang berorientasi tipologi yang berorientasi tipologi sistem nilai budaya. 5. Teori Psikoanalisis (S.Freud)

  3. …LANJUTAN 6. Teori Psikoanalitis ( C. Jung) 7. Teori Psiko Individual (Adler) 8. Teori NeoPsikoanalisis E. Froom K. Horney Sullivan 9. Teori Identitas Ego (Erikson) 10. Teori Personologi (Murray)

  4. Berlatih untuk Pengayaan pemahaman • Buat definisi kepribadian. • Buat pemahaman komparasi : a. temperamen, b. sifat, c. watak, d. disposisi

  5. Kepribadian menyangkut : • temperamen • karakter/watak • disposisi • sifat

  6. Watak • Watak dipakai dalam arti normatif • Sso dikatakan mempunyai watak jika sikap, tingkah laku dan perbuatannya dipandang dari segi norma-norma sosial adalah baik • Sso dikatakan tidak berwatak jika sikap tingkah laku dan perbuatannya dipandang dari segi norma-norma sosial adalah buruk (Suryabrata, 1995 : 2) • Sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran & tingkah laku budi pekerti, tabiat (Kamus Bahasa Indonesia, 2002 : 1270) • Berwatak = berkepribadian = bertingkahlaku

  7. Allport, (dalam Suryabrata, 1995 : 2) • Beranggapan bahwa watak (character) dan kepribadian (personality) adalah satu dan sama, akan tetapi dipandang dari segi yang berlainan. • Jika sso mengadakan penilaian dengan menggunakan norma maka menggunakan istilah “watak” • Jika tidak memeberikan penilaian, menggambarkan apa adanya maka menggunakan istilah “kepribadian”

  8. Disposisi • Kecenderungan psikofisik individu untuk mereaksi suatu hal. • Satu sikap emosional yang berlangsung terus-menerus • Sikap, pendirian, sifat bawaan, naluri, dorongan, reaksi yang terlalu berkuasa kecenderungan, kebiasan, dan temperamen. • Digunakan oleh psikolog untuk menerangkan sifat-sifat yang sifatnya terus-menerus, atau menerangkan kualitas yang menetap & konsekuensi dari tingkah laku. (Chaplin, 2008 : 142)

  9. Temperamen (Temper) • Disposisi reaktif seseorang • Temper : kemarahan, sifat, watak, tabiat • Temperamen sinonim dg disposisi • Keseluruhan cara (gaya, sikap) dimana individu bertingkah laku seperti bergantung pd perubahan-perubahan metabolis yang terus-menerus berlangsung dalam jaringan jasmaniah (Chaplin, 2008 : 503) • Sifat batin yang tetap mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran spt periang, penyedih (Kamus Bahasa Indonesia, 2002 : 1168)

  10. SIKAP • Perbuatan berdasarkan pada pendirian/ keyakinan. Gerak-gerik, perilaku (Kamus Bahasa Indonesia, 2002 : 1063) SIFAT • Dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat • Ciri khas yang ada pada sesuatu (untuk membedakan dari yang lain) (Kamus Bahasa Indonesia, 2002 : 1062)

  11. KESIMPULAN Personality (kepribadian) : sejumlah karakteristik individu yang cenderung menetap dan kemudian ditampilkan lewat perilaku Character (karakter) : suatu kualitas atau sifat yang terus-menerus dan kekal yang dapat dijadikan mengidentifikasikan individu. Disposition (watak) : karakter yang lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah. Temperament (temperamen) : kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologik atau fisiologik. Trait (sifat) : respon yang senada (sama) terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Type (ciri) : aspek yang yang mengkategorikan manusia menjadi beberapa jenis model atau jenis tingkah laku. Habit (kebiasaan) : respon yang sama untuk stimulus yang sama pula dan cenderung berulang

  12. Bermacam kategori yang digunakan untuk menggolongkan Teori Kepribadian : • Atas dasar metode/ jalan yang ditempuh dalam menyusun teori psikologi kepribadian • Disusun atas dasar pemikiran spekulatif, terutama oleh ahli filsafat  teori Plato, Kant • Disusun atas dasar data penyelidikan empiris/ eksperimental  teori Freud, Jung, Adler, dll

  13. Atas dasar komponen kepribadian yang dipakai sbg landasan/ titik tolak dalam penyusunan perumusan teoritis • Teori Konstitusional  Mazhab Italia, mazhab Perancis, Kretschmer, Sheldon, dll • Teori Temperamen  Kant, Meumann, dll • Teori Ketidaksadaran  Freud, Jung, Adler • Teori Faktor  Eysenck, Cattel • Teori Kebudayaan  Spranger

  14. Penggolongan atas dasar cara pendekatan (approach) • Pendekatan tipologis (typological approach) • Pendekatan pensifatan (trait approach) Jung, Allport, Freud, dll Berangkat dari pandangan bahwa kepribadian manusia itu variasinya tidak terhingga banyaknya namun dapat dipahami melalui komponen-komponen dasarnya. Cara pendekatan tipologis kurang tepat karena menggolongkan manusia berdasarkan tipe-tipe berarti mengabaikan sifat-sifat khas individu yang justru penting dalam psikologi kepribadian Membahas kepribadian dari struktur, dinamika, serta perkembangan kepribadian.

  15. LATAR BELAKANG SEJARAH PSIKOLOGI KEPRIBADIAN A. Usaha yang bersifat Prailmiah • Chirologi = ilmu gurat tangan • Astrologi = ilmu perbintangan • Grafologi = ilmu ttg tulisan tangan • Phisiognomi = ilmu ttg wajah • Phrenologi = ilmu ttg tengkorak • Onychologi = ilmu ttg kuku

  16. B. Usaha-usaha Lain Ajaran ttg Cairan badaniah (Tipologi Hipocrates-Galenus) 4 macam sifat yg didukung oleh keadaan konstitusional (cairan dlm tubuh) : • Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)  hidup, keras, semangat, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimis • Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)  mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis • Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)  tenag, tidak mudah dipengaruhi, setia • Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah)  hidup, mudah berganti haluan, ramah

  17. Pendekatan Pemahaman Kepribadian • Typological approach, • Trait approach, • Factorial approach.

  18. DEFINISI KEPRIBADIAN Pengertian orang awam : • Ciri-ciri tertentu yang menonjol pada diri individu. • Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. • Ciri-ciri yang dapat diamati.

  19. KEPRIBADIAN MENURUT PSIKOLOGI • George Kelly : kepribadian sbg cara yg unik dari individu dlam mengartikan pengalaman2 hidup. • Freud : kepribadian sbg suatu struktur yg terdiri atas 3 sistem, yaitu id, ego, dan superego. • Guilford : kepribadian mrpkn pola trait-trait (sifat-sifat) unik dari seseorang • Hilgard & Marquis : kepribadian adalah nilai sbg stimulus sosial, kemampuan menampilkan diri secara mengesankan. • Phares : kepribadian adalah pola khas dari pikiran, perasaan, dan tingkah laku yg membedakan antara orang satu dg yg lain, tdk berubah lintas waktu & situasi

  20. HAKIKAT TEORI KEPRIBADIAN • Kepribadian bersifat dinamis, artinya kepribadian itu adalah sesuatu yang berubah & berkembang membentuksuatu sikap & tindakan ttn. • Perubahan sesuai dg waktu & pengalaman yang dilalui. Contoh : Seseorang yg plin-plan mjd seorang yg teguh pendirian  ia belajar bhw bersikap plin-plan membuat kesulitan dalam hidup sehingga ia mengubah sikap.

  21. CIRI-CIRI KEPRIBADIAN KEPRIBADIAN YANG SEHAT • Mampu menilai diri sendiri secara realistis, apa adanya ttg kelebihan & kekurangan fisik, keterampilan, dsb. • Mampu menilai situasi secara realistis, dpt menghadapi situasi/ kondisi kehidupan yg dialami secara wajar, tdk mengharap kondisi kehidupan yg terlalu sempurna • Mampu menilai prestasi yang diraih secara realistik, menilai, mereaksi prestasi secara rasional  tdk mjd sombong. • Menerima tanggung jawab keyakinan untuk mengatasi masalah kehidupan

  22. Dapat mengontrol emosi, menghadapi situasi frustasi, depresi atau tres scr positif • Memiliki sifat kemandirian : dlm cara berpikir, bertindak, membuat keputusan, menyesuaikan diri dg norma. • Berorientasi tujuan, merumuskan tujuan yg matang dlm setiap aktivitas, dg cara mengembangkan kepribadian, pengetahuan, keterampilan. • Berorientasi keluar, memiliki kepedulian dg masalah lingkungan. • Penerimaan sosial, mau berhubungan dg orang lain & memiliki sikap bersahabat. • Memiliki falsafah hidup yg berasal dari keyakinannya. • Berbahagia, suasana kehidupan diwarnai dg kebahagiaan yg didukung faktor prestasi & kasih sayang.

  23. KEPRIBADIAN YANG TIDAK SEHAT • Mudah marah/ tersinggung • Khawatir dan cemas • Merasa tertekan (stres/ depresi) • Bersikap kejam • Ketidakmampuan utk menghindar dari perilaku yg menyimpang meskipun sdh dihukum • Kebiasaan berbohong • Hiperaktif • Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas • Senang mengkritik/ mencemooh orang lain • Sulit tidur. • Kurang memiliki rasa tanggungjwb • Sering mengalami pusing kepala • Kurang mematuhi ajaran agama • Pesimis menghadapi kehidupan • Kurang bergairah & bermuram menghadapi kehidupan

  24. Tipe Kepribadian (Jung, 1971) Kedua tipe ditandai dg sikap individu terhadap suatu obyek. • Ekstrovert : memiliki sikap positif terhadap obyek • Introvert : pd dasarnya ingin melarikan diri dariobyek, seakan-akan obyek harus dicegah agar tidak menguasai

  25. Tipe pemikir ekstrovert : aktivitas bdsrkn kesimpulan intelektual dari data obyektif. • Tipe perasa ekstrovert : sebelum bertindak perasaan harus pas dulu  wanita • Tipe sensasi ekstrovert : segala sesuatu hrs benar, orientasi pd kesenangan konkrit, tdk berlebihan, hukum harus dipatuhi. Tidak mementingkan diri sendiri/ rela berkorban demi kepentingan orang lain. • Tipe intuitif ekstrovert : tdk puas dg apa yang ada, menyelidiki sesuatu & membuat sesuatu yang baru.

  26. Tipe pemikir intovert : terlalu membatasi diri dg pikiran & pendapatnya sendiri. Berpikir kritis tp sering subyektif. • Tipe perasa introvert : tenang, sulit didekati, sukar dimengerti, kurang tanggap thdp perasaan orang lain. • Tipe sensasi introvert : selalu berorientasi peristiwa yang tjd, bukan pd penilaian yang masuk akal. • Tipe intuitif introvert : senang dg hal-hal berbau mistik, bahkan bisa menjadi peramal & seniman yang aneh

  27. Sistematika Penulisan Makalah Latar Belakang Pandangan Dasar ttg Kepribadian/ Prinsip2 Dasar Struktur Kepribadian Dinamika Kepribadian Perkembangan Kepribadian Kritik terhadap Teori Daftar Pustaka (min. 3 buku)

More Related