1 / 9

MRI.

MRI. MAGNETIC RESONANCE IMAGING. Proton mempunyai muatan listrik posistip,yg secara konstan bergerak mengeliling sumbu nya sendiri (spinning). Karena muatan listrik yg bergerak tadi,maka timbullah MEDAN MAGNIT. Setiap proton dlm tubuh kita mempunyai medan magnit sendiri-sendiri.

Télécharger la présentation

MRI.

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MRI. MAGNETIC RESONANCE IMAGING

  2. Proton mempunyai muatan listrik posistip,yg secara konstan bergerak mengeliling sumbu nya sendiri (spinning). • Karena muatan listrik yg bergerak tadi,maka timbullah MEDAN MAGNIT. • Setiap proton dlm tubuh kita mempunyai medan magnit sendiri-sendiri. • Saat pasien diletakkan dalam MR magnit,

  3. Karena medan magnit proton2 itu kecil diban-dingkan MR magnit ,mk pmagnit proton akan menyesuaikan arah dgn MR magnit(Kutubnya) ,tetapi tdk semuanya,tgtg besar nya energi yg dimilikinya. Sehinga mereka terbagi dua, yaitu yang menyesuaikan dan yg berlawanan( para-lel dan anti paralel). • Proton precess,spin itu identik dgn BUMI.

  4. Precessing freqwency dr proton tsb,dpt dihi-tu ng dgn Larmour equation:W0=YB0. • W0= precessing freqwency(in Hz or MHz). • B0=kuatny medan magnit eksternal,yg diberi- kan /MR magnit(dlm Tesla). • Y= gyromagnetic ratio.untuk proton besarnya, adalah 42,5MHz/T.

  5. Proton yg antiparalel dengan yang paralel dapat saling menghilang/menetralkan,namun jumlah yg anti paralel lebih sedikit dibanding yg paralel.shg didalam diri pasien yang diletakkan di dlm MR magnit tadi timbul me-dan magnit yg longitudinal terhadap eksternal magnit/MR magnit. • Lalu dikirim kesana RF pulse,yg frekwensinya sama dgn Precession freqweny dr proton.

  6. Itu akan meninmbulkan dua efek,yaitu.1.beberapa proton bertambah energinya mk mereka jadi anti paralel. Shg akan terjadi pengurangan jumlah longitudinal magnitization.2.beberapa proton membentuk transverse magnitization(yg arahnya bukan antiparalel tapi tegak lurus ke Longitudinal magnitization).

  7. RF ~peningkatan Energi~spin antiparalel bertambah. • Jika kita letakkan pasien di dlm MR magnit~ suatu magnetic field di dlm pasien,~longitudinal terhadap MR magnit. • Jadi RF pulse dpt menyebabkan : longitudinal magnitisasi berkurang,dan membentuk transversal magnitisasi.

  8. Waktu yg dibutuhkan utk recoveri,longitudinal magnitisasi utk kembali kennilai semula,di isti lahkan sbg.Longitudinal Relaxation time,(T1). • Biasanya 63% dari total jlh proton yg kembali kekeadaan semula~T1 • Rotating/precessing frekwensi proton itu bervariasi,mis: p1=10MHz(10.000 revolution/second.

  9. P2=50.000MHZ,p3=30.000MHz,dll. • Waktu yang dibutuhkan utk proton kembali ke keaadan semula(setelah out of phase) =decay,sebanya 37% disebut sbg T2=Tx2=Tt=T transversal.=curvenya sewaktu menghilang nya /menurunnya transversal.disebut juga sebagai transversal relaxation=spin spin relaxa tion.=spin spin interaction.

More Related