SlideServe
Menu
Préférences
© SlideServe · v2026

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan

yardan avatar
11 diapositives · 750 Views · Oct 14, 2014

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan. ZPT. Diperlukan dalam konsentrasi rendah utk mempengaruhi pertumbuhan tan Stok ZPT harus disimpan dalam gelap Auksin harus dilarutkan dlm 95% alkohol (sedikit saja), baru dicampur air Sitokinin dilarutkan dlm sedikit 1N HCl

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan - slide 1
01 / 11Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan
1 / 17

Télécharger la présentation

Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan
Une image / un lien ci-dessous est fourni (tel quel) pour télécharger la présentation

Politique de téléchargement : le contenu du site vous est fourni TEL QUEL pour votre information et votre usage personnel ; il ne peut être vendu, concédé sous licence ni partagé sur d’autres sites sans l’accord de son auteur.Le contenu vous est fourni TEL QUEL, pour votre information et votre usage personnel uniquement. Téléchargez la présentation en cliquant sur ce lien. Lors du téléchargement, si vous ne parvenez pas à télécharger une présentation, l’éditeur a peut-être supprimé le fichier de son serveur.Pendant le téléchargement, si vous ne parvenez pas à obtenir une présentation, le fichier a peut-être été supprimé par l’éditeur.

F I N

Plus de contenu associé

Transcription de la présentation
  1. Zat Pengatur Tumbuh dalam kultur jaringan

  2. ZPT • Diperlukan dalam konsentrasi rendah utk mempengaruhi pertumbuhan tan • Stok ZPT harus disimpan dalam gelap • Auksin harus dilarutkan dlm 95% alkohol (sedikit saja), baru dicampur air • Sitokinin dilarutkan dlm sedikit 1N HCl • Auksin atau sitokinin bisa juga dilarutkan dlm 1N NaOH

  3. Auksin • IAA – auksin alami • IBA, NAA, 2,4-D – auksin sintetik • Konsentrasi 0.01 – 10 mg/L • Auksin sintetik relatif lebih aktif. Juga lebih stabil karena tidak didegradasi oleh enzym dalam tanaman • Peran : pembelahan sel, pembentukan kalus, pertumbuhan dan pemanjangan sel, pembentukan akar adventif. Menghambat pembtkan tunas aksilar.

  4. Sitokinin • alami : 2iP, zeatin • Sintetik : BAP, Kinetin • Pengaruh : memacu pembtkan tunas aksilar dan tunas adventif, memacu pembelahan sel • Tahan panas, sehingga bisa ditambahkan sebelum diautoklaf

  5. Gibberelic Acid • Grup ini memiliki 60 jenis, tapi GA3 yg paling umum terdapat pada tumbuhan • Tidak tahan panas, jadi tidak bisa diautoklaf. Penambahan dengan milipore filtration (sterilisasi filter) • Peran : perkecambahan benih, memacu pemanjangan ruas, memacu pembentukan embrio dari kalus

  6. Absicic acid = ABA • Merupakan zat penghambat tumbuh • Jarang digunakan dlm kuljar • Aplikasi khusus untuk memacu pembentukan embrio dari kalus.

  7. Ethylene • Ethylene diproduksi sebagai respon terhadap kondisi kelebihan air, kondisi yg mirip dg kultur in vitro. Pada konsentrasi yg tinggi, ethylene menyebabkan vitrifikasi (tanaman terlihat transparan)

  8. Senyawa lain • Adenine • Sering ditambahkan pd media untuk merangsang pertumbuhan tunas • Karbon aktif • Digunakan dg konsentrasi 0.2 – 3% dlm media. • Berperan dalam induksi akar • Menyerap senyawa

  9. Unit pengukuran • 1 L = 1000 mL = 1.000.000 μL • 1 g = 1000 mg = 1.000.000 μg • 1 mol = 1000 mmol = 1.000.000 μmol • 1 M = 1 mol dlm 1 L • 1 mM = 1mmol dlm 1 L • 1 μM = 1 μmol dlm 1 L

  10. Perhitungan • ppm = parts per million Co: 10 ppm IBA (pada media) = 10 mg IBA + 990.000 mg air (=990 ml air) Untuk praktisnya, 10 mg IBA ditempatkan dalam labu takar, lalu ditambah hingga mencapai 1 L • % (v/v) Co: 0.1% (v/v) Tween = 1 ml Tween + air sampai 1000 ml

  11. % (w/v) Co: 0.001% (w/v) IBA = 10 ppm IBA = 0.01 g IBA + air sampai 1000 mL Perhtngan larutan stok dan larutan media Cs x Vs = Cm x Vm