Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PEDOMAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMASARAN GABAH PowerPoint Presentation
Download Presentation
PEDOMAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMASARAN GABAH

PEDOMAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMASARAN GABAH

600 Views Download Presentation
Download Presentation

PEDOMAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMASARAN GABAH

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PEDOMAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMASARAN GABAH UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI BERAS 2 JUTA TON DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN TAHUN 2007

  2. Latar Belakang • Tingkat kehilangan hasil (susut) gabah/beras masih cukup tinggi yakni 20,51% (BPS, 1996). Susut tertinggi terjadi pada kegiatan panen 10,12%, susut perontokan 4,81%, susut pengeringan 2,17% dan susut penggilingan 2,04% • Kelembagaan petani (Gapoktan) dan SDM dibidang penanganan pasca panen padi belum mantap. • Penerapan sarana dan teknologi pasca panen padi beras masih terbatas dan belum optimal.

  3. Tujuan dan Sasaran • Mendukung peningkatan produksi beras sebesar 2 juta ton setara dengan 3,2 juta ton GKG pada tahun 2007 dan 5% pada tahun – tahun berikutnya. • Peningkatan efisiensi produksi, penurunan kehilangan hasil, peningkatan rendemen beras  Peningkatan pendapatan  Kesejahteraan petani • Perbaikan penanganan pasca pasca panen dan peningkatan mutu hasil pertanian. • Pengamanan harga gabah di tingkat petani sesusi atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP)

  4. INDIKATOR KEBERHASILAN • Tersalurnya dana tugas pembantuan kegiatan penanganan pasca panen dan pemasaran gabah kepada Gapoktan • Terlaksananya fasilitasi pengadaan alat mesin pasca panen padi untuk menurunkan kehilangan hasil 1,5% dan revitalisasi penggilingan padi untuk meningkatkan rendemen 3% • Amannya harga gabah ditingkat petani sesuai atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP) • Tumbuhkembangnya Gapoktan di daerah kabupaten/kota.

  5. Indikator Keberhasilan

  6. Pengadaan Alat Mesin Pasca Panen Padi : Lokasi : 31 Propinsi ,139 Kabupaten, Total = Rp. 45,673 M (± 70% Dana TP untuk pengadaan alsin pasca panen) • Fokus Penanganan Pasca Panen: • Kegiatan Penyelamatan • Pengadaan Sabit Begerigi 0,5% • Terpalisasi 3% • Pedal Thresher 2,5% • Power Thresher 3% • Revitalisasi Penggilingan Padi Kecil (PPK) 3% • Output ( Keluaran ) : • Tersedianya Alsin Pasca Panen Padi di 139 kabupaten • Terlatihnya Gapoktan dalam penanganan pasca panen padi • Outcome ( Hasil ): • Beroperasinya alat mesin pasca panen secara optimal • Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan petani/ pengelola UPJA dalam penanganan pasca panen

  7. KOMPONEN KEGIATAN MEKANISASI PENGEMBANGAN PASCA PANEN PADI

  8. KRITERIA GAPOKTAN PENERIMA ALAT MESIN PASCA PANEN PADI • Gapoktan yang disahkan oleh SK Bupati/ Walikota. • Gapoktan mempunyai AD/ART yang disepakati oleh anggota • Mempunyai dana operasional yang cukup. • Mempunyai manajemen usaha yang baik dan adanya pencatatan usaha secara teratur. • Mempunyai sumber daya manusia (pengelola/ manajer dan operator) yang memadai. • Diusulkan oleh Dinas Pertanian Propinsi/ Kabupaten/Kota dan disetujui oleh Bupati. • Sanggup dikawal oleh Perguruan Tinggi yang ditentukan. • Sanggup dibina/dibimbing oleh dinas lingkup pertanian

  9. Seleksi Gapoktan Yang Akan Memperoleh Bantuan Alsin Pasca Panen

  10. PROSES PENGAJUAN DAN PENCAIRAN DANA SISTEM PMUK • Melakukan CP/CL Gapoktan • SK Penetapan Gapoktan Terpilih • Penyusunan Proposal (Analisa Usaha Alsin Pasca Panen) dengan Persetujuan dari Pendamping • Gapoktan membuka rekening di Bank setempat • Proses Administrasi Keuangan dari KPA ke KPPN setempat • Penandatanganan Perjanjian pendayagunaan lasin pasca panen yang diketahui Dinas Pertanian Propinsi • Gapoktan melampirkan faktur pembelian alat mesin pasca panen • Transfer Dana ke rekening Gapoktan sesuai faktur pembelian alat mesin pasca panen • Pengadaan Alsin Pasca Panen oleh Gapoktan

  11. PROSES PENCAIRAN DANA SISTEM UANG MUKA (DP) • Melakukan CP/CL • SK Penetapan Gapoktan Terpilih • Penyusunan Proposal (Analisa Usaha Alsin Pasca Panen) dengan Persetujuan dari Pendamping • Melengkapi dokumen perjanjian kredit sesuai persyaratan bank pelaksana SP3 • Proses Administrasi Keuangan dari KPA ke KPPN setempat • Gapoktan membuka rekening ke bank pelaksana SP3 • Bank pelaksana SP3 berwenang mengkonversi DP dalam sistem pembayaran atau melengkapi penjaminan SP3 • Gapoktan secara teknis sudah menjadi nasabah bank pelaksana SP3

  12. PROSEDUR REHABILITASI ALSIN PASCA PANEN • Inventarisasi peralatan pasca panen yang rusak pada Gapoktan terpilih • Penetapan alat mesin pasca panen yang akan direhabilitasi berdasarkan hasil inventarisasi • SK penetapan Gapoktan yang merehabilitasi alat mesin pasca panen • Penyusunan proposal rencana rehabilitasi alat mesin pasca panen • Proses administrasi keuangan dari KPA ke KPPN setempat • Gapoktan membuka rekening di bank setempat • Membuat perjanjian kerjasama rehabilitasi antara Gapoktan dengan bengkel yang diketahui oleh Dinas Pertanian Propinsi • Tranfer dana ke rekening Gapoktan • Rehabilitasi alsin pasca panen oleh bengkel alat mesin pasca panen

  13. Kondisi Awal : • Kelembagaan lemah • Kehilangan hasil tinggi • Mutu hasil rendah • Harga Fluktuatif dan cenderung jatuh DEPTAN dan DINAS PERTANIAN • Kondisi Akhir : • Kelembagaan kuat • Kehilangan hasil yang menurun • Mutu hasil tinggi • Harga lebih terjamin Kelompok Kerja Lokal Rancangan Pendampingan dan Monitoring Oleh Perguruan Tinggi Pendampingan dan Pengawalan Perguruan Tingi PENDAMPING KABUPATEN • Pelatihan GHP • Pemanfaatan Sarana • Pemetaan Produksi & Pasar • Pengamanan Harga • Pengembangan Opini Publik Sarana & Teknologi Kebijakan (Lama) Sarana & Teknologi Kebijakan (Baru) Monitoring Pembelian Gabah Bulog dan LUEP Evaluasi Pengadaan Bulog dan LUEP GAPOKTAN Ditjen PPHP

  14. LINGKUP PEKERJAAN PERGURUAN TINGGI • Koordinasi dan pembentukan POKJA dengan Dinas Pertanian Kabupaten • Pelatihan petugas pendamping kabupaten • Penyusunan modul pelatihan pasca panen dan pemasaran gabah • Pengawalan dan pendampingan penanganan pasca panen dan pemasaran gabah • Menyusun database pasca panen dan pemasaran gabah • Pemantauan dan pelaporan perkembangan pembelian gabah oleh Bulog dan LUEP • Pemantauan dan Pelaporan harga gabah dan beras dan mediasi masalah yang muncul di lapangan kepada Ditjen PPHP melalui SMS • Publikasi di media masa (lokal dan nasional) • Rekomendasi pengamanan pasca panen/pengolahan dan pengamanan harga gabah • Seminar hasil dan pelaporan

  15. PERSYARATAN DAN MEKANISME REKRUITMEN TENAGA PENDAMPING DI KABUPATEN • Tiap Kabupaten dengan anggaran Rp 45 juta telah menunjuk pendamping selambat-lambatnya akhir Pebruari 2007 untuk 2 orang pendamping • Perguruan Tinggi dapat diajak kerjasama untuk mengadakan (rekruitmen) tenaga pendamping • Masa kerja pendamping adalah 8 bulan (Maret s/d Oktober) yang diikat dengan kontrak kerja. • Pendamping adalah sarjana pertanian atau mahasiswa pertanian tingkat akhir (lingkup bidang studi: teknologi / mekanisasi pertanian, sosial ekonomi, pasca panen) • Pendamping akan dilatih dan disupervisi oleh Perguruan Tinggi yang telah ditunjuk oleh Ditjen PPHP di pusat

  16. TUGAS PENDAMPING KABUPATEN • Menyusun data base / profil tanaman pangan khususnya padi (meliputi luas panen, alsin pasca panen, losses, kelembagaan, harga gabah dan lain-lain) • Mobilisasi dan pemberdayaan Gapoktan dalam pemanfaatan alsin pasca panen • Perancangan dan pendampingan pengadaan alsin pasca panen • Pendampingan petani dalam transaksi gabah dan realisasi pengadaan gabah oleh BULOG dan LUEP • Monitoring harga gabah dan beras di tingkat petani dan penggilingan padi. • Melaporkan perkembangan kegiatan pendampingan penanganan pasca panen ke dinas pertanian setempat dan perguruan tinggi koordinator

  17. TERIMA KASIH Wassalamualaikum Wr. Wb.