Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pemberantasan Vektor dan Rodent PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pemberantasan Vektor dan Rodent

Pemberantasan Vektor dan Rodent

246 Views Download Presentation
Download Presentation

Pemberantasan Vektor dan Rodent

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pemberantasan Vektor dan Rodent

  2. Sudarmaji Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat -UNAIR

  3. Pemberantasan Aedesaegypti Stadium Larva … (1) • Secara Mekanis: - Menutup tempat penampungan air - Mengganti air secara berkala (setiap minggu) - Membersihkan lingkungan, misalnya dengan menyingkirkan barang-barang yang menjadi sarang/ tempat hidup, serta membersihkan/merapikan rumah dan pekarangan

  4. Pemberantasan Aedesaegypti Stadium Larva … (2) • Secara Biologi: - Menempatkan ikan pemakan larva (larvivorous fishies), misalnya Haplohyluspanabox, Paecilia reticulata. • Secara Kimia: - Abatisasi dengan larvasida “Abate Sand Granula 1%”,

  5. Hal-hal yang berhubungan dengan Abatisasi Sand Granula 1% … (1) • Membunuh larva dengan menyerang susunan syaraf (melumpuhkan), dengan dosis 1 ppm. • Abate dibubuhkan (dimasukkan) ke dalam kontainer air, dengan takaran: 1 gram bubuk abate untuk 10 liter air. • Daya racun menempel di dinding kontainer, pada pemakaian pertama bertahan hingga 3 bulan

  6. Hal-hal yang berhubungan dengan Abatisasi Sand Granula 1% … (2) • Jika menguras kontainer, air diganti tanpa menggosok dinding kontainer, maka daya racun bertahan 1,5 hingga 2 bulan • Efektif pada air yang tidak mengalir

  7. PemberantasanGenus Anopheles, Culex, dan Nyamuk lain, pada Stadium Larva • Penimbunan genangan air secara sempurna • Assainering dengan drainase terbuka/ tertutup dengan air selalu mengalir, bebas dari tumbuhan • Pemberantasan secara biologi dengan ikan pemakan larva • Oiling permukaan genangan air, dengan kerosene, solar, atau minyak tanah, dengan daya larvasida bersifat sementara

  8. Hal-hal yang berhubungan dengan oiling permukaan: • Daya larvasida bersifat sementara • Bisa dilakukan dengan cara spray, pada permukaan air sehingga membentuk lapisan tipis • Untuk permukaan air yang mengalir, dosis = 142 – 190 l/ha • Dengan spreading agent (zat penyebar), dosis = 19 – 42 l/ha • Pada air tenang (tidak mengalir), dosis = 45 – 90 l/ha • Pada air yang terdapat tumbuhan air, dosis = 90 – 180 l/ha.

  9. Larvasida dengan efek residual • Biasanya berupa insektisida dalam bentuk suspensi, larutan, granula, atau padat • DDT 1,25 – 5,00%  224 gram/ha • Dieldrin 1,25%  112 gram/ha • Malathion 2,5%  224 – 672 gram/ha • Fenthion 1,25%  224 – 336 gram/ha • Gardena 2,5%  224 gram/ha • Abate 1,75%  96 – 112 gram/ha

  10. PemberantasanGenus Anopheles, Culex, dan Nyamuk Lain, pada Stadium Dewasa Dengan Residual spraying, • Emulsi/suspensi dari salah satu berikut ini: DDT 2,5%, Dieldrin 1%, Lindane 1%, Malathion 2,5%. • Penyemprotan di dalam/sekitar rumah pada tempat hinggap/istirahat nyamuk • Penyemprotan dengan cara basah (hampir menetes) • Pada permukaan yang rata & vertikal (dinding), dosisnya = 0,5 – 2,0 gram/m2 • Penyemprotan sedemikian rupa sehingga tidak mencemari air mnum/makanan

  11. Pemberantasan Pinjal dan Ectoparasit Lain pada Tikus • Ectoparasit biasanya berada pada sarang, lubang, dan tubuh tikus • Pemberantasan tikus dilakukan setelah pembasmian ectoparasitnya. • Dengan menyemprotkan serbuk DDT 10% pada jalan dan lubang tikus. • Pemberantasan ectoparasit pada hewan piaraan (kucing, anjing), dengan: - dimandikan/cuci dengan carbaryl 0,5% - ditaburi rotenone 1% - dimandikan malathion 0,25%

  12. Pemberantasan Lalat … (1) • Mencegah terjadinya sarang-sarang lalat, misalnya: - menempatkan sampah pada tempat yang tertutup, - pembuangan sampah setiap hari agar tidak menumpuk, - tempat penampungan sampah yang maggot free

  13. Pemberantasan Lalat … (2) • Residual treatment: … (1) * Menyemprot pada permukaan tempat hinggap/istirahat, tempat sampah, kandang, dan lain-lain, dengan: - Diazinon 1 – 2%  0,4 – 0,8 gr/m2 - Malathion 5%  1 – 2 gr/m2 - Ronnel 1 – 5%  1 – 2 gr/m2

  14. Pemberantasan Lalat … (3) • Residual treatment: ... (2) * Meletakkan potongan kertas dan tali menggantung (impregnated cords & strips), : - dilapisi dengan Parathion, Diazinon, Dimetilan, dan lain-lain - digantung pada dinding/ langit-langit rumah/ rumah makan/ dll * Menggunakan umpan: - umpan kering (tepung/sisa makanan + gula), dengan penambahan: Diazinon 1 – 2%, Dichlorvos, Naled, Malathion, Ronnel, Trichlorfom

  15. Pemberantasan Lalat … (4) • Residual treatment: ... (3) - umpan cair, mengandung insektisida 0,1 – 2% (salah satu dari: Diazinon, Dichlorvos, Naled, Malathion, Ronnel, Trichlorfom) ditambah 10% gula dalam air. * Penyemprotan ruangan (space treatment), dengan efek knock down: - indoor, dengan Pyrethrum 0,1%, Ronnel 2%, Diazinon 0,1%, Malathion 5%

  16. Pemberantasan Lalat … (5) • Residual treatment: ... (4) - outdoor; pada timbunan sampah sekitar tempat pengelolaan makanan, yakni dengan DDT 5%, Diazinon 336 gr/ha, Malathion 672 gr/ha

  17. Pemberantasan Larva Lalat • Larutan/emulsi Diazinon 2,5% disemprotkan pada sampah/kotoran hewan: 28 – 56 l/100 m2 • Dengan zat padat Cuprisulfat (Prusi), ditaburkan pada sampah, sisa makanan, kotoran, dll.

  18. Pemberantasan Kecoa … (1) • Meningkatkan kebersihan: - upaya sanitasi lingkungan- penyimpanan makanan pada tempat yang kedap kecoa - menutup celah/lubang dinding, lantai, dll • Menggunakan insektisida: - penyemprotan Propoxur 1%, Chlordane 2 – 3%, Diazinon 0,5 - 1%, Dichlorvos 0,5%, Dieldrin 0,5%, Fention 3%, Malathion 5%.

  19. Pemberantasan Kecoa … (2) - Umpan makanan + Propoxur 2% atau Dichlorvos 2% atau Kepone 0,125% - Penaburan padat pada sarang/jalan kecoa dengan Chlordane 6%, Dieldrin 1%, Malathion 5%.

  20. Pemberantasan Tikus … (1) • Pemasangan perangkap - Dipasang pada tempat bekas jalannya tikus, tempat bekas gigitan tikus, tempat/ dekat sarang tikus - Misal: life (cage) trap, yang juga untuk mengetahui indeks pinjal

  21. Menghitung indeks pinjal • Tikus yang tertangkap dimasukkan kantong plastik untuk dimatikan • Ditetesi 2 – 3 cc Chloroform • 5 – 10 menit kemudian, tikus disisir dengan sisir halus, di atas waskom berair + 5% Lysol/Creolin Indeks Pinjal = Jumlah pinjal yang didapat Jumlah tikus yang diperiksa

  22. Pemberantasan Tikus … (2) • Pemasangan racun - Jika trapping sudah tidak membuahkan hasil - Racun dapat diganti setiap 5 – 7 hari - Macam racun tikus ada 2: - Multiple Dose Poisons: Warfarine 0,005 – 0,025%, funarine 0,025%, Pival 0,025%, Chloropacinene (Rosol) 0,005%, Diphacinone 0,005%.

  23. … Macam racun ada 2 … (2) • Single Dose Poisons: - Strychine (Sulfate) 0,8% - Zinc phospide 1 – 2% - Antu 1,5% - Norbomide 1%

  24. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan racun tikus • Diberitahukan bahwa suatu area dipasang racun tikus • Diberi tanda bahwa di titik/ tempat tersebut dipasang racun tikus • Racun dipasang pada tempat-tempat aman

  25. Pemberantasan Tikus … (3) • Perekat tikus (rat glue broad) - non rodentiside - ditambahkan attactant (bahan makanan padat/ cair yang dapat menarik perhatian tikus)

  26. Pemberantasan Tikus … (4) • Sistem elektronik - Ultrasonic electronic devises (90 – 116 dB)